Untuk merealisasikan rencana tersebut, Agrinas telah menjalin kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama itu mencakup pengembangan industri bioetanol secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Selain Pertamina, sejumlah perusahaan swasta dalam dan luar negeri juga disebut telah menyatakan ketertarikan untuk terlibat dalam proyek tersebut.Meski demikian, pengembangan perkebunan bioetanol masih menghadapi tantangan perizinan.

"Persoalannya adalah bahwa lahan kami ini kan saat ini masih lahan kehutanan dan kami sudah mengajukan sebenarnya untuk agar lahan-lahan yang kami kuasa itu bisa diberikan izin KHKP, Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan," katanya.

Ghani menyebut lahan seluas 1 juta hektare tersebut telah dipetakan secara awal di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Namun, perusahaan masih perlu melakukan pengujian kondisi tanah dan iklim untuk menentukan jenis tanaman yang paling sesuai.