Agrinas juga berencana menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Mulawarman untuk melakukan uji coba penanaman di Kalimantan Timur. Ghani memperkirakan pengembangan lahan seluas 1 juta hektare berpotensi menghasilkan sekitar 5 juta kiloliter bioetanol.

Jumlah tersebut diproyeksikan dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan bioetanol nasional untuk penerapan E20 yang diperkirakan mencapai 7,5 juta kiloliter. Lewat kemudahan perizinan, Ghani menyebut pihaknya tidak memerlukan dana APBN.

Selain mendukung ketahanan energi, proyek tersebut juga diperkirakan mampu membuka hingga 1 juta lapangan kerja dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.

"Dan ini luar biasa kalau ini bisa dijalankan, cukup kemudahan perizinan, mungkin tidak perlu pakai APBN, tetapi setelah itu ini akan menciptakan lapangan kerja 1 juta orang bisa kerja di situ, dan akan menjadi pusat-pusat pertumbuhan di daerah," tutup Ghani.