"Jadi, membagi konsumsi sumber kalsium ke dalam beberapa waktu makan dan mengudap bisa lebih bermanfaat daripada berusaha memenuhinya hanya saat makan malam atau mengandalkan suplemen dosis tinggi di penghujung hari," kata dietisien terdaftar Lily McNair.

Konsumsi kalsium berlebihan secara terus-menerus juga dikaitkan dengan efek samping seperti sembelit dan batu ginjal pada sebagian orang.

McNair mengatakan bahwa suplemen kalsium tersedia dalam beberapa bentuk, termasuk karbonat, sitrat, fosfat, laktat, dan glukonat. Kandungan dan manfaat kalsium pada jenis-jenis suplemen kalsium itu berbeda.

Sebagai gambaran, kalsium karbonat mengandung lebih banyak kalsium elemental per butir dan biasanya lebih murah harganya, namun penyerapannya paling optimal jika dikonsumsi bersama makanan.

Kalsium sitrat sering kali lebih ramah bagi lambung dan dapat dikonsumsi baik dengan maupun tanpa makanan. Sediaan kalsium ini sering direkomendasikan bagi orang dengan kadar asam lambung rendah atau mereka yang sedang mengonsumsi obat penurun asam lambung.

"Ini penting untuk diperhatikan. Jadi, periksa labelnya alih-alih berasumsi bahwa setiap suplemen kalsium bekerja dengan cara yang sama," kata McNair.

Penerjemah: Farika Nur Khotimah