"Kami menemukan total massa bintang sekitar 1,3 miliar kali Matahari, dan lubang-lubang hitam tersebut mewakili bagian penting dari total massa itu," imbuhnya.
Dua lubang di dekat pusat galaksi ini diperkirakan akan bergabung dalam beberapa ratus juta tahun ke depan. Tabrakan mereka pada akhirnya bisa membantu menghasilkan lubang hitam yang lebih besar, menggambarkan sebuah proses yang mungkin penting bagi pertumbuhan raksasa kosmik paling awal di alam semesta kita.
"Hasil ini menarik. Ini menunjukkan bahwa penggabungan antar lubang hitam mungkin menjadi rute tambahan yang cepat bagi pertumbuhan pesat mereka di masa Alam Semesta awal," tambah Roberto Maiolino, seorang profesor di Universitas Cambridge dan rekan penulis studi ini.
Keberadaan lubang hitam ketiga menyajikan teka-teki menarik lainnya sebab letaknya sangat jauh di luar pusat galaksi. Lubang hitam tersebut bisa jadi merupakan sisa dari penggabungan sebelumnya yang terdorong ke luar oleh tolakan gravitasi yang sangat kuat.
Tolakan atau 'tendangan' yang digambarkan oleh peneliti ini disebut bisa terjadi ketika lubang hitam yang bergabung memancarkan gelombang gravitasi secara tidak merata, sehingga terlempar ke arah yang berlawanan.
Kemungkinan lain adalah lubang hitam ketiga tersebut secara bertahap sedang bergerak menuju pusat galaksi, dan suatu saat nanti mungkin akan berinteraksi dengan dua lubang hitam lainnya.
Lebih lanjut, penemuan ini turut menyoroti kemampuan dari Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) untuk mempelajari lubang hitam di galaksi-galaksi yang sangat jauh.
Secara khusus, temuan ini menunjukkan pentingnya teknik integral field spectroscopy, yang memungkinkan para astronom mengamati bagaimana cahaya dan jejak spektrumnya berbeda-beda di berbagai bagian galaksi.
Dengan menggunakan instrumen dari Webb (Near Infrared Spectograph) dalam mode tersebut, para peneliti mampu memisahkan sinyal-sinyal yang jika tidak, akan tampak seperti hanya berasal dari satu lubang hitam saja.
Tanpa informasi dari peta spasial yang mendetail tersebut, para astronom kemungkinan besar hanya akan mengenali satu dari tiga lubang hitam aktif yang ada di galaksi tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa galaksi-galaksi jauh lainnya mungkin juga memiliki banyak lubang hitam yang sedang tumbuh dan belum terdeteksi.
Menemukan lebih banyak sistem tersembunyi ini dapat membantu para ilmuwan merekronstruksi sejarah terbentuknya lubang hitam dan lebih memahami bagaimana alam semesta bisa menghasilkan lubang hitam paling masif di masa yang sangat awal dalam sejarah kosmik.