Mesin pencari Google kini otomatis menampilkan ringkasan AI untuk pertanyaan pengguna yang berdampak pada jumlah iklan selama kuartal tersebut. Penjualan iklan yang muncul berdampingan dengan hasil Google Search merupakan penyumbang terbesar bisnis Alphabet.

Tracy Woo, analis di Forrester, mengatakan hasil bisnis pencarian Alphabet yang mengecewakan menyoroti tantangan dalam mendanai investasi AI secara besar-besaran di saat perusahaan juga harus mempertahankan kekuatan bisnisnya yang sudah mapan.

Saham Amazon juga terpukul setelah membagikan hasil mengecewakan dengan sahamnya turun 6%. Bersamaan pertumbuhan penjualan kuartalan sebesar 11% yang mencapai USD 201 miliar, perusahaan melaporkan angka arus kas negatif mencengangkan, yakni USD 42 miliar.

Angka tersebut menunjukkan Amazon tidak hanya menghabiskan lebih banyak uang daripada yang dihasilkannya, tapi pengeluarannya meningkat enam kali lipat dalam tiga bulan.

Chief Executive Andy Jassy mengklaim melakukan pengeluaran tersebut sebagian karena melihat adanya peluang dua bisnis yang pada akhirnya bisa mendatangkan USD 1 triliun bagi Amazon di masa depan.

Jassy tidak merinci apa kedua bisnis tersebut. Namun ia berulang kali menyebutkan peluang finansial dengan membuat dan menjual chip komputernya sendiri, serta platform pengembang AI-nya, Bedrock, yang menawarkan akses ke sebagian besar model dan alat AI utama bagi pengguna berbayar.