Wall Street juga kurang antusias terhadap laporan terbaru Microsoft, dengan sahamnya turun kurang dari 1%. Microsoft menghabiskan sekitar USD 5 miliar untuk investasi yang didedikasikan bagi AI.

Pendapatan Microsoft tumbuh 19% dari tahun sebelumnya, mencapai USD 92,3 miliar pada kuartal tersebut. Bisnis cloud andalannya tumbuh 30% menjadi USD 63 miliar.

CEO Satya Nadella mengatakan penggunaan Copilot, chatbot dan alat AI Microsoft, menjadikan tugas-tugas yang diotomatiskan meningkat hampir dua kali lipat sejak Juli seiring pertumbuhan pengguna harian 500% dari tahun lalu.

Biasanya, pengeluaran lebih rendah dibarengi pertumbuhan penjualan akan mendapat reaksi positif. Namun Wall Street sedang melihat lebih jauh ke masa depan dalam menentukan bisnis mana yang akan mampu menepati janji besar seputar AI.

"Hasil yang ditunjukkan Microsoft menegaskan bahwa permintaan sektor korporat terhadap AI tetap kuat, tapi juga menyoroti pertanyaan yang jauh lebih besar yang sedang dihadapi industri teknologi saat ini, di mana sebenarnya nilai AI akhirnya dapat diwujudkan," ujar Woo.