Sebuah survei Israel Internet Association menunjukkan sekitar seperempat responden bersedia menggunakan chatbot AI atau layanan daring lain sebagai bahan pertimbangan sebelum memilih.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran baru yang dikenal sebagai Generative Engine Optimization (GEO), yakni pembuatan konten daring yang sengaja dirancang agar diambil oleh chatbot AI dan mempengaruhi jawaban yang diberikan kepada pengguna.

Pemerintah Israel sendiri telah memanfaatkan praktik semacam itu. Berdasarkan dokumen yang diajukan sesuai Foreign Agents Registration Act di Amerika Serikat, pemerintah Israel pernah membayar sebuah perusahaan AS untuk membangun situs-situs web yang memasok konten pro-pemerintah ke sistem model bahasa besar (LLM), dengan tujuan agar chatbot AI menghasilkan jawaban yang lebih mendukung Israel.

"Industri yang sama kini berpotensi digunakan ke dalam negeri untuk memengaruhi pemilu," ujar Shwartz Altshuler.

Selain konten palsu, ada pula fenomena audiens palsu.

Perusahaan pemantauan media Israel, Scooper, mengatakan menemukan jaringan akun tidak autentik yang aktif memperkuat citra Netanyahu di media sosial. Di X, lebih dari seribu akun baru muncul setiap hari dan langsung mengikuti akun perdana menteri tersebut. Jumlah pengikut Netanyahu di Instagram juga melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut manajer riset Scooper, Gil Feldman, sekitar 70 persen akun yang membagikan unggahan Netanyahu di X berasal dari luar Israel dan menunjukkan karakteristik bot. Tim peneliti mendeteksinya melalui sejumlah indikator, seperti aktivitas unggahan tanpa henti selama 24 jam, tanggal pembuatan akun yang masih sangat baru, serta foto profil yang tidak ada.

Netanyahu bukan satu-satunya. Kelompok pemantau FakeReporter juga menemukan kampanye bot yang dikaitkan dengan kubu Ben-Gvir, meskipun kantor sang menteri membantah keterlibatan tersebut. Organisasi itu mengidentifikasi lebih dari 100 akun yang menggunakan identitas dan gambar buatan AI untuk menyerang Smotrich dan sejumlah tokoh lainnya.

Jaringan bot bukanlah fenomena baru. Namun AI membuat operasinya jauh lebih murah, cepat, dan mudah dijalankan.

Karena masyarakat Israel dikenal cepat mengadopsi teknologi baru, Shwartz Altshuler melihat negara itu sebagai laboratorium dunia untuk memahami bagaimana AI akan membentuk masa depan demokrasi.

"Seluruh mesin propaganda politik sedang berubah secara total," ujarnya.

Disunting oleh Uta Steinwehr, Chiponda Chimbelu, Joscha Weber, Shani Rozanes

Diadaptasi dari Bahasa Jerman oleh Rizki Nugraha