NADIKABAR.COM — Setelah bertahan melewati ujian waktu selama 50 juta tahun, gunung tertinggi di dunia terancam oleh sumber yang tak terduga, air kencing manusia.
Menurut sebuah studi a-thaw-calyptic (kiamat akibat pencairan es) yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Regional Environmental Change, urin yang mengendap di gletser cukup untuk mencairkan lebih dari 150 ton es dan salju di Gunung Everest setiap tahunnya.
"Urine, dengan suhu sekitar 37 derajat Celcius (suhu tubuh manusia), menyebabkan es mencair," tulis para peneliti studi tersebut, dikutip dari New York Post.
Tim ilmuwan internasional mempelajari Gletser Khumbu, lokasi perkemahan dasar Everest di sisi Nepal gunung tersebut. Ratusan orang berkumpul di sana setiap tahun sebelum mencoba mendaki puncak keajaiban setinggi 8.848 mdpl itu.
Kerumunan orang ini telah mengubah puncak yang megah ini menjadi kota tenda ala 'Burning Man' yang menghasilkan kebisingan yang mengganggu, tumpukan sampah setinggi Himalaya, dan tentu saja, gunung-gunung kotoran manusia.
Meskipun sejak 2024 para pendaki diwajibkan untuk membawa kotoran mereka ke dalam kantong, masih banyak para pendaki yang buang air besar langsung di atas es. Para peneliti memfokuskan perhatian pada musim semi tahun 2023, ketika sekitar 2.000 orang tiba di base camp, yang terletak sekitar 5.473 mdpl.