Langkah proaktif ini dipastikan akan membuka gerbang peluang baru bagi para pelaku usaha Tanah Air.
Indonesia memiliki potensi raksasa untuk merajai pasar furnitur dunia melalui penguatan kualitas, desain, dan keberlanjutan produk. Kinerja positif ini tercermin dari neraca perdagangan furnitur nasional yang terus mencatatkan surplus meyakinkan sejak 2021. Nilai ekspor pada 2025 sukses menembus angka USD2.390,68 juta dengan pasar Amerika Serikat sebagai penyerap utamanya.
Tren permintaan pasar dunia kini perlahan bergeser ke arah produk fungsional berbahan ramah lingkungan. Ketersediaan bahan baku melimpah seperti kayu dan rotan lokal menjadi nilai tambah luar biasa bagi industri dalam negeri. Airlangga menyebutkan struktur industri nasional saat ini masih didominasi oleh pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dengan tingkat serapan tenaga kerja sangat tinggi.
"Struktur industri nasional saat ini masih didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM), hampir 99,79 persen dari total 4,45 juta unit usaha industri. Dengan skala ini, industri tentu masih menghadapi tantangan keterbatasan teknologi, serta terkait produktivitas yang masih dapat ditingkatkan," jelas Airlangga.