Pelaku usaha dituntut semakin lincah menyesuaikan diri dengan standar regulasi serta selera negara tujuan.
Guna menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah menyiapkan beragam dukungan fiskal termasuk pemberian insentif pajak bagi pekerja di sektor terkait. Akses pembiayaan lewat Kredit Industri Padat Karya dan program restrukturisasi mesin turut digulirkan demi meningkatkan produktivitas. Kebijakan standardisasi kelestarian kayu juga terus diperketat agar daya saing produk IKM semakin meroket di kancah global.
Menutup arahannya, Airlangga sangat mengapresiasi Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) atas kelancaran pergelaran IFFINA+ 2026. Ia mengundang seluruh importir dan investor global untuk segera menjajaki kemitraan strategis dengan para pelaku industri andalan Nusantara. Ajang bergengsi ini diharapkan mampu melahirkan berbagai kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan.