Pengembangan ekosistem tersebut dinilai dapat menempatkan Indonesia sebagai pemain strategis dalam transisi energi global.
Sejumlah negara, termasuk negara-negara Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada, disebut dirinya menginginkan kerja sama dengan Indonesia di sektor mineral kritis.
Kondisi itu disebut menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mengembangkan potensi mineral kritis sekaligus memperkuat industri energi hijau.
Selain mineral, Indonesia juga memiliki cadangan pasir silika yang besar sehingga berpotensi mendukung pengembangan industri panel surya dalam negeri.
Indonesia disampaikan dia memiliki potensi kapasitas pembangunan panel surya yang setara dengan 111 gigawatt per tahun. Namun, peningkatan ekspor panel surya ke Amerika Serikat membuat produk Indonesia dikenakan bea masuk hingga 110 persen.