"Kenapa rating agency yang lain tidak mempersoalkan hal ini dan kenapa MSCI secara sistematik selalu membuka atau membuat deadline? Nah, apalagi kemarin yang ketemu di Bangkok, pimpinannya, bukan analisnya," ucap Airlangga.
Meski mempertanyakan momentum pengumuman MSCI tersebut, Airlangga menegaskan pemerintah tetap berfokus untuk segera menerapkan langkah-langkah perbaikan pasar modal domestik. Ia pun mengimbau para investor untuk tetap tenang dan melihat kondisi fundamental ekonomi nasional yang masih kokoh di tengah sentimen pasar yang bergejolak.
"Kita punya fundamental ekonomi kuat, tetapi yang dimainkan kan sekarang faktor sentimental. Nah, tentu faktor sentimental ini kita berharap para investor paham mana yang sentimental, mana yang fundamental, dan mana yang diberikan oleh rating agency yang lain," pungkas Airlangga.