Sementara untuk Bali, Airlangga menyebut pemerintah masih melakukan evaluasi. Menurutnya, lokasi yang disiapkan pemerintah berada di salah satu lahan milik Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

"Bali dalam evaluasi, di salah satu lokasi milik Danantara," tuturnya.

Sebelumnya, CEO Danantara yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani menyampaikan alasan Jakarta dipilih menjadi lokasi sementara PFII karena keinginan Presiden Prabowo Subianto agar bisa langsung beroperasi.