"Lokasinya untuk awal ini memang di Jakarta dulu, kenapa? Karena bapak presiden ingin ini semua langsung kerja, ada momentumnya ya," ujar Rosan di Kantor Pusat DJP, Jakarta Selatan, dikutip Minggu (16/8/2026).

Sementara untuk Bali, Rosan menyebut membutuhkan waktu untuk proses pembangunannya, termasuk pembangunan infrastruktur fisik. Namun, Bali dipilih karena memiliki daya tarik yang sangat kuat di mata para investor global.

Menurut para investor, Bali dinilai memiliki nilai tambah tersendiri dibandingkan dengan international center lainnya. Keberadaan fasilitas ini di Bali diyakini tidak hanya berfokus pada investasi, tetapi juga mampu mendongkrak sektor pariwisata karena para investor tersebut memiliki daya beli yang tergolong besar.