Tier 1 mencakup Kanada, Uni Eropa, India, Israel, Jepang, dan Taiwan. Negara-negara tersebut disebut sebagai platform ekspor utama menuju AS. Gedung Putih menyebut negara-negara dalam jaringan tersebut berpotensi menjadi titik peluncuran atau hub bagi praktik penghindaran tarif.
Secara total ada 40 negara yang dinilai berada dalam 'shadow transhipment network'. Barang yang sebagian besar dibuat di China dapat menjalani proses produksi atau perakitan terbatas di negara ketiga sebelum diekspor ke AS dengan identitas asal yang berbeda.
Pemerintah AS memperkirakan praktik transhipment untuk menghindari tarif berpotensi membuat negara tersebut kehilangan penerimaan bea masuk tim redaksi US$ 40-303 miliar.