Dari sisi lain dari sektor perdagangan internasional, Airlangga menilai Vietnam juga lebih agresif dalam mengamankan kerja sama dengan pasar-pasar utama dunia seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat.
"Kita tentu ada persaingan dengan Vietnam, dan satu hal yang mereka mendahului kita adalah mereka sudah menandatangani kerja sama dengan Eropa lebih dulu dari kita, CEPA. Kemudian dengan Amerika Serikat juga mereka mendapatkan treatment daripada tarif dan non-tarif yang lebih baik dari Indonesia," jelas Airlangga.
"Jadi inilah yang mendorong Vietnam ekspornya lebih cepat dari kita, namun mereka tidak punya domestic market. Jadi mereka yang menanam investasi di Vietnam itu harus mendorong untuk menuju ekspor," pungkasnya.