NADIKABAR.COM — Sejumlah akademisi ilmu sosial dan politik menilai Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memiliki gaya kepemimpinan yang merakyat, humanis, dan terbuka terhadap kolaborasi. Mereka juga menyoroti keterlibatan perguruan tinggi dalam membantu pemerintah merumuskan kebijakan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.
Penilaian tersebut disampaikan setelah acara Welcoming Dinner Forum Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia (Fordekiis) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (23/10).
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur, Finnah Fourqoniah, menilai Ahmad Luthfi mampu memetakan persoalan di Jawa Tengah sekaligus menjelaskan langkah yang ditempuh untuk mengatasinya.
"Saya tadi mendengarkan sambutan Pak Gubernur. Amazing. Senang banget. Ia memahami konteks permasalahan dan mencoba membuat kegiatan-kegiatan atau program yang memang mengentaskan masalah-masalah itu," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10).
Menurut Finnah, pemahaman terhadap persoalan daerah merupakan aspek mendasar dalam kepemimpinan. Ia menilai Ahmad Luthfi menunjukkan kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang menjadi sasaran kebijakan pemerintah.
"Beliau memiliki kepekaan yang tinggi terhadap permasalahan tersebut. Banyak daerah tidak punya itu," ucap dia.
Finnah berharap pendekatan tersebut dapat menjadi referensi bagi daerah lain. Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam membantu pemerintah merumuskan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.