Usia pemakaian juga menjadi pertimbangan. Jika aki belum terlalu lama digunakan, tidak menggembung, tidak bocor, dan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisinya masih baik, pengisian ulang dapat dilakukan.
Meski demikian, aki yang berulang kali kehilangan daya perlu diperiksa lebih lanjut. Ada kemungkinan masalah berasal dari sistem pengisian, sambungan kabel, atau kebocoran arus listrik pada kendaraan.
Tidak semua aki yang soak dapat dipulihkan dengan cara dicas. Dalam kondisi tertentu, penggantian justru diperlukan agar mobil tidak kembali mengalami masalah ketika digunakan.
Berikut beberapa tanda aki sebaiknya diganti:
Salah satu tanda utama aki sudah mengalami penurunan kesehatan adalah daya listriknya cepat habis meskipun telah dicas hingga penuh.
Jika hasil pengujian menunjukkan kemampuan aki menghasilkan arus sudah berada di bawah standar yang dibutuhkan kendaraan, penggantian perlu dipertimbangkan.
2. Mesin sulit distarter berulang kali
Aki yang melemah dapat membuat dinamo starter berputar lebih lambat daripada biasanya. Pengemudi mungkin mendengar suara starter yang berat atau hanya bunyi klik ketika mencoba menghidupkan mesin.
Jika kondisi tersebut terus berulang meskipun aki sudah diisi ulang, pemeriksaan kesehatan aki perlu dilakukan. Apabila aki terbukti tidak mampu menghasilkan arus yang cukup, menggantinya menjadi langkah yang lebih tepat.
3. Usia aki sudah mendekati akhir masa pakai
Aki mobil memiliki masa pakai yang terbatas. Berdasarkan panduan otomotif AAA, aki mobil pada umumnya dapat bertahan sekitar tiga hingga lima tahun, meskipun masa pakainya bergantung pada kondisi kendaraan, suhu lingkungan, pola penggunaan, dan kualitas perawatan.
Di wilayah dengan suhu panas, masa pakai aki dapat lebih pendek karena temperatur tinggi mempercepat proses penurunan kualitas komponen internal.
Karena itu, aki yang sudah berusia beberapa tahun sebaiknya diperiksa secara berkala, terutama jika mulai menunjukkan gejala sulit distarter.
4. Fisik aki menggembung atau bocor
Perubahan bentuk fisik seperti menggembung, retak, atau mengalami kebocoran merupakan tanda kerusakan yang tidak boleh diabaikan.
Aki dengan kondisi tersebut sebaiknya tidak dicas maupun digunakan kembali sebelum diperiksa oleh teknisi. Kerusakan fisik dapat menimbulkan risiko kebocoran cairan elektrolit dan masalah keselamatan lainnya.
5. Hasil pemeriksaan menunjukkan kerusakan sel
Aki konvensional umumnya memiliki enam sel di dalam satu unit. Jika salah satu atau beberapa sel mengalami kerusakan, kemampuan aki untuk menyimpan dan menyalurkan energi dapat terganggu.
Dalam kondisi tersebut, pengisian ulang tidak dapat memperbaiki kerusakan sel secara permanen. Penggantian aki menjadi pilihan yang lebih tepat.
Cara mengetahui aki mobil masih bisa dicas atau harus diganti
Untuk memastikan kondisi aki, pemilik kendaraan sebaiknya tidak hanya mengandalkan gejala yang terlihat. Pemeriksaan menggunakan alat khusus dapat memberikan gambaran lebih akurat.