Ia menyebut, PANDI sedang memproses pengembangan nama domain berbasis aksara lokal, termasuk aksara Jawa, Sunda, dan Bali. Isnawan juga menyinggung Malaysia yang telah mendaftarkan nama domain menggunakan aksara Jawi. Menurutnya, Indonesia perlu melakukan hal serupa agar kekayaan aksara Nusantara tidak tertinggal dalam perkembangan identitas digital global.

"Jadi nanti akan muncul nama domain menggunakan aksara Jawa, aksara Bali, dengan huruf Pananjara," harapnya.

Bagi Isnawan, upaya tersebut tidak sekadar berkaitan dengan pengembangan teknologi nama domain. Digitalisasi aksara juga merupakan bagian dari upaya mempertahankan identitas budaya Indonesia di tengah dominasi penggunaan huruf Latin dalam internet.