Ia pun mengajak berbagai pihak bekerja sama untuk memastikan seluruh aksara Nusantara mendapat tempat dalam ekosistem digital. "Kalau tidak, ya hilang," cetusnya.

PANDI berharap pengembangan nama domain berbasis aksara lokal dapat menjadi salah satu cara membawa kekayaan budaya Indonesia ke ruang digital, sekaligus memperkuat kedaulatan budaya nasional.