Sementara Pengajar Bahasa Isyarat Indonesia dari Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) DKI Jakarta, Iwan Satriyawan Setyohadi, menjelaskan bahwa Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) merupakan bahasa alami komunitas tuli yang memiliki karakteristik kebahasaan dan tidak bersifat universal.

Pemahaman terhadap bahasa dan budaya tuli menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang inklusif.

"Dengan mempelajari bahasa isyarat, kita tidak hanya mendapatkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan teman tuli, tetapi juga belajar memahami budaya tuli dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif. Bahasa isyarat dapat menjadi jembatan agar komunikasi antara teman tuli dan masyarakat luas dapat berlangsung dengan lebih baik," ujar Iwan.