NADIKABAR.COM — Menonton Timnas Indonesia berlaga bisa dilakukan dari mana saja. Namun, ada pengalaman yang terasa berbeda ketika nobar alias nonton bareng pertandingan.
Saat Indonesia mencetak gol, satu ruangan bisa langsung meledak oleh teriakan. Orang yang sebelumnya tidak saling mengenal bisa berpelukan. Chant terdengar bersamaan, komentar bersahutan, dan ketegangan pertandingan seolah dirasakan bersama.
Psikologi olahraga menyebut hal itu terjadi karena adanya identitas sosial, yaitu ketika seseorang merasa dirinya merupakan bagian dari kelompok tertentu. Dalam konteks sepak bola, kelompok tersebut bisa berupa komunitas suporter, penggemar sebuah klub, atau pendukung tim nasional.
Ketika pertandingan ditonton bersama orang-orang yang memiliki dukungan yang sama, identitas sebagai suporter menjadi lebih terasa. Sebuah studi tentang perasaan keterhubungan sosial dalam pengalaman sosio-emosional yang dipublikasikan di Science Direct menyebutkan, manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan untuk merasa terhubung dengan orang lain.
Dalam teori identitas sosial, seseorang dapat mendefinisikan dirinya bukan hanya sebagai individu, tetapi juga berdasarkan kelompok yang dianggap menjadi bagian dari dirinya. Sepakbola menyediakan ruang yang sangat kuat untuk proses tersebut.
Penelitian mengenai perilaku suporter sepak bola menunjukkan bahwa identitas sosial berkaitan dengan loyalitas terhadap tim. Sebuah studi terhadap 518 penggemar sepak bola menemukan bahwa identitas sosial berpengaruh terhadap perilaku konsumsi olahraga, sementara loyalitas terhadap tim menjadi salah satu mekanisme yang menghubungkan keduanya.