Penelitian mengenai pengalaman menonton olahraga menunjukkan bahwa aktivitas menonton dapat berhubungan dengan interaksi sosial dan pengalaman emosional, yang kemudian berkaitan dengan subjective well-being.

Artinya, pertandingan bukan hanya tontonan visual. Ada lingkungan sosial yang ikut membentuk pengalaman kita ketika menontonnya. Hal menarik lainnya adalah ketika suporter melakukan aktivitas secara bersamaan.

Misalnya ketika ribuan orang menyanyikan chant atau meneriakkan nama Timnas. Penelitian yang diterbitkan di Evolution and Human Behavior menemukan bahwa synchronous chanting, atau aktivitas bernyanyi/chanting secara serempak, dapat meningkatkan persepsi mengenai kekuatan kelompok.

Studi tersebut dilakukan pada penggemar sepak bola dan meneliti bagaimana sinkronisasi dalam kelompok memengaruhi persepsi terhadap kelompok sendiri dan kelompok lain. Ini membantu menjelaskan mengapa chant stadion bisa bikin merinding.

Ketika suara puluhan ribu orang menyatu, seseorang tidak lagi merasa sebagai individu yang berdiri sendirian. Ia menjadi bagian dari kerumunan yang bergerak dan bersuara bersama.

Secara psikologis, kebersamaan tersebut dapat membuat identitas sebagai suporter menjadi lebih terasa dan menciptakan rasa keterhubungan dengan orang lain. Untuk sesaat, banyak orang merasa sedang mengalami satu momen yang sama.