Reka AI memperoleh pendanaan sebesar 110 juta dolar AS atau sekitar Rp1,99 triliun pada 2025 dari sejumlah investor, termasuk NVIDIA dan Snowflake.

Pendanaan tersebut mengantarkan valuasi perusahaan melampaui 1 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp18,05 triliun.

Dalam pengembangan teknologi, Reka memiliki model AI bernama Reka Flash dengan 21 miliar parameter yang dirancang untuk mendukung pemrosesan berbagai jenis informasi dalam satu sistem.

Perusahaan tersebut juga mengembangkan Reka Vision untuk pencarian dan analisis informasi visual, serta Reka Research untuk membantu menjawab pertanyaan kompleks melalui penelusuran informasi dari web dan dokumen.

Selain itu, Reka mengembangkan teknologi Reka Quant untuk meningkatkan efisiensi penggunaan model AI, termasuk mengurangi kebutuhan komputasi ketika teknologi diterapkan dalam kegiatan usaha.

Dani mengatakan pengembangan model AI yang mampu bersaing secara global membutuhkan kombinasi riset, tenaga ahli, infrastruktur komputasi, dan kemampuan menerapkan teknologi untuk kebutuhan industri.

"Kami ingin membangun teknologi yang bukan hanya kuat secara riset, tetapi juga efisien dan dapat digunakan perusahaan di berbagai industri," ujar dia.

Dani merupakan lulusan ITB yang kemudian melanjutkan pendidikan di University of Tokyo, Jepang, sebelum memperoleh gelar doktor bidang ilmu komputer dari Carnegie Mellon University, Amerika Serikat.