Sebelum mendirikan Reka, ia bekerja di Baidu Silicon Valley AI Lab dan menghabiskan sekitar enam tahun sebagai peneliti senior di Google DeepMind, London.
Managing Director Endeavor Indonesia Monika Rudijono menilai keberhasilan Dani membangun perusahaan AI berskala global menunjukkan potensi talenta Indonesia untuk berperan dalam pengembangan teknologi, bukan hanya sebagai pengguna.
"Indonesia tidak kekurangan talenta AI kelas dunia. Yang selama ini kurang adalah jalur bagi talenta itu untuk membangun perusahaan global dan tetap terhubung ke ekosistem asalnya," kata Monika.
Menurut dia, terpilihnya Dani memperluas representasi pengusaha teknologi dalam jejaring Endeavor Indonesia, yang sebelumnya banyak berasal dari sektor konsumen, teknologi finansial, dan logistik.
Perkembangan tersebut sejalan dengan arah penguatan industri digital nasional. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) pada 6 Oktober 2026 menyatakan Indonesia perlu berkembang dari pasar digital menjadi basis produksi, inovasi, dan investasi teknologi di kawasan Asia Tenggara.
Dalam pengembangan sumber daya manusia, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komdigi bersama ASEAN Foundation juga menjalankan program AI Ready ASEAN yang pada fase kedua di Indonesia menargetkan 250.000 peserta untuk memperluas literasi dan pemanfaatan AI.
Pada 19 Oktober 2026, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya pengembangan AI yang selaras dengan kapasitas sumber daya manusia, ketersediaan infrastruktur, dan perlindungan masyarakat.