NADIKABAR.COM — Wajah Soleil Zephora Ghazali atau Baby Soso, putri Al Ghazali dan Alyssa Daguise, menjadi perbincangan di media sosial setelah tak sengaja terlihat dalam sebuah vlog keluarga. Alyssa langsung bereaksi dan meminta warganet tidak menyebarkan potongan video tersebut.

Sejak Baby Soso lahir pada 10 Mei 2026, Al dan Alyssa memilih untuk tidak memperlihatkan wajah putri mereka secara utuh di media sosial. Karena itu, ketika wajah Baby Soso sempat terekam dalam vlog yang diunggah Maia Estianty, potongan videonya dengan cepat menarik perhatian warganet.

Video tersebut kemudian beredar kembali di sejumlah platform, termasuk TikTok. Alyssa mengaku mengetahui kejadian itu setelah mendapat informasi dari warganet.

"Yang udah info aku soal 'vlog' makasih ya... Tolong kalo ada yang spill kabarin aku huhu makasih semua aku sedih banget," tulis Alyssa melalui saluran Instagram pribadinya.

Al Ghazali juga meminta agar konten yang memperlihatkan wajah putrinya tidak disebarluaskan dan video yang telanjur beredar dihapus.

Permintaan Al dan Alyssa kemudian memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet mendukung keputusan pasangan tersebut untuk menjaga privasi Baby Soso dan menilai batasan yang sudah dibuat orang tua seharusnya dihormati.

Namun, muncul pula komentar yang mempertanyakan keputusan tersebut padahal Baby Soso sering muncul di berbagai video meski wajahnya tidak ditampilkan utuh. Perdebatan bahkan melebar hingga menyinggung latar belakang Alyssa.

"Lucunya sekarang sok di privasi dengan alesan "biar mereka yg mutusin mau jadi artis atau nggak". Giliran dapet endorse langsung jor jor an tampil di publik," ujar @adedamais.

"Anaknya raisa jg pernah ke spill tp raisa diemm aja gak nyalahin siapapun, dan lama2 netijen jg diemm krn wajah anak artis gak sepenting itu buat diurusin," kata @lail_23.

"Contohlah anak nya syahrini, sampe hari ini kita ga tau nama anak nya siape, karna dia real pengen privat jadi ga munculin anak nya di kamera," ujar @Phoenixskies21.

"Trus kalo muka anaknya ke spill apa gunanya utk netijen... Gk ada! Udahlah... Gk usah berasa anaknya paling kece & paling iye. Kalopun kece & iye juga gk ada pengaruhnya buat masyarakat Indonesia," tegas @DahliaSukadi.

Syifa Hadju ikut angkat bicara dan membela keputusan Al serta Alyssa. Menurutnya, status sebagai figur publik tidak menghilangkan hak orang tua untuk menentukan seberapa banyak kehidupan anak mereka yang ingin diperlihatkan ke publik.

"Public figure or not, parents still have the right to decide how much of their child they want to share publicly. It's their choice and their privacy to respect," tulis Syifa di Threads.

Alyssa kemudian mengambil langkah lebih tegas. Ke depannya, Baby Soso disebut tidak akan lagi muncul dalam vlog pihak lain, kecuali melalui platform yang sepenuhnya berada dalam kendali orang tuanya.

Kasus Baby Soso sekaligus kembali mengangkat persoalan sharenting, istilah untuk kebiasaan orang tua membagikan foto, video, maupun informasi mengenai anak di internet.

Persoalannya bukan sekadar apakah wajah seorang anak boleh diperlihatkan. Begitu foto atau video masuk ke internet dan disalin pengguna lain, orang tua semakin sulit mengendalikan bagaimana konten tersebut disimpan, diedit, atau disebarkan.

Risikonya menjadi lebih kompleks di era kecerdasan buatan (AI). Foto yang tersedia secara online dapat dimanipulasi menjadi konten palsu atau deepfake dan dikombinasikan dengan informasi lain mengenai seorang anak.

Penelitian Kaspersky bersama Singapore Institute of Technology sebelumnya juga menyoroti risiko sharenting. Informasi mengenai anak yang dibagikan di internet dapat membentuk jejak digital sejak usia sangat dini dan berpotensi mengungkap informasi pribadi.

"Berbagi momen keluarga secara daring memang dapat menciptakan koneksi dan dukungan, tetapi juga dapat mengekspos anak-anak pada risiko yang sering kali tidak terlihat seperti profiling, pelacakan yang tidak diinginkan, dan penyalahgunaan informasi pribadi," ujar Jiow Hee Jhee, Wakil Direktur Academy of Learning and Teaching SIT.

Karena itu, orang tua disarankan mempertimbangkan informasi apa yang dibagikan, membatasi audiens, mematikan geotag pada unggahan, serta menghindari menampilkan informasi sensitif seperti alamat rumah dan sekolah.