"Wamen I, Pak Letnan Jenderal Saleh Mustafa, itu fokus mengeksekusi target-target, pompanisasi, cetak sawah," tuturnya.

Alim mengatakan salah satu fokus tugasnya adalah mengembangkan pertanian modern melalui inovasi, riset, dan pemanfaatan teknologi. Ia ingin memperkuat kolaborasi Kementan dengan perguruan tinggi untuk menguji teknologi yang berpotensi meningkatkan hasil produksi.

Salah satu program yang akan dikembangkan adalah PM-AAS). Menurut Alim, pendekatan tersebut berpotensi menghasilkan produktivitas padi di atas 10 ton per hektare.

"Karena produktivitasnya sangat menjanjikan, bisa di atas 10 ton per hektare, bahkan lebih," kata Alim dalam kesempatan sama

Selain peningkatan produktivitas padi, Alim mendapat tugas mengembangkan kedelai dan bawang putih. Untuk kedelai, ia menyebut peningkatan produksi dalam negeri menjadi salah satu arah kebijakan untuk mengurangi ketergantungan pada impor.