Ia mengusulkan agar industri dapat memanfaatkan stok beras lama atau beras pecah di gudang Bulog dengan harga yang lebih terjangkau.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor beras pada Januari hingga Oktober 2025 mencapai 364,3 ribu ton senilai US$178,5 juta atau sekitar Rp2,97 triliun.

Impor tersebut merupakan beras khusus dan industri, bukan beras medium untuk konsumsi umum.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut sebagian besar beras impor itu berupa beras pecah 100 persen atau menit untuk bahan baku industri.