"Sekali lagi, tahun kedua tidak impor beras di pemerintahan Bapak Presiden Prabowo. Kita syukuri, beras kita, stok kita aman," imbuh Amran.
Adapun Indonesia memiliki modal kuat untuk menghadapi ketidakpastian global. Hingga akhir Oktober 2026, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton.
Selain itu, terdapat sekitar 10 juta ton potensi beras dari standing crop atau tanaman padi yang siap dipanen serta sekitar 10 juta ton stok yang berada di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).
Ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 25 juta ton, sementara kebutuhan beras nasional berada di kisaran 2,5 juta ton per bulan.
Adapun Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas tanpa impor meliputi beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.