Salah satunya melalui skema penyerapan hasil panen jagung oleh peternak, sementara kelebihan produksi dapat disalurkan ke Perum Bulog melalui sistem resi gudang.

Pemerintah juga membahas pembangunan pabrik untuk menyerap kelebihan produksi telur ayam. Selain itu, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung melalui Bulog disiapkan untuk mendukung kebutuhan pakan. Amran meminta Bulog mempercepat distribusinya.

Di sisi lain, Amran mengklaim kinerja perdagangan sektor pertanian menunjukkan peningkatan. Ia menyebut nilai ekspor pertanian pada 2025 mencapai Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun.

"Ekspor kita naik 2025 itu Rp166 triliun, impor kita turun Rp41 triliun. Rp208 triliun tambahan nilai dengan kebijakan-kebijakan sektor pertanian," ujarnya.

Amran juga menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 131, yang diklaim sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah.