Selain meminta aparat menindak para pelaku, Amran mengatakan pengawasan terhadap Bulog dan Kementan perlu diperiksa untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan orang dalam. Ia menyatakan akan memecat pegawai kementeriannya jika terbukti terlibat dan merekomendasikan pemeriksaan hingga proses hukum terhadap pihak terkait.

"Kalau ada dari Kementerian Pertanian, Bulog ikut (pengoplosan beras), saya pastikan saya pecat," tegas Amran.

Ia juga meminta aparat kepolisian membongkar jaringan pengoplosan tanpa pandang bulu. Menurut Amran, penindakan diperlukan agar beras subsidi tidak disalahgunakan dan harga beras yang dijual di atas ketentuan dapat terkendali.

Amran menambahkan stok beras pemerintah saat ini mencapai sekitar 4,5 juta ton, sedangkan kapasitas gudang sekitar 3 juta ton. Karena itu, pemerintah harus menyewa gudang tambahan untuk menampung kelebihan stok.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan situasi sebelumnya ketika pemerintah menghadapi desakan impor karena stok beras dinilai kurang.