NADIKABAR.COM — Menghadapi anak yang pilih-pilih makanan mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Ada kalanya saat anak hanya mau makan makanan tertentu dan menolak menu lainnya, bahkan makanan yang sebelumnya disukai.

Melansir dari situs Time, kondisi ini cukup umum terjadi pada balita karena selera makan dan preferensi mereka masih berkembang. Meski begitu, orang tua tetap perlu memerhatikan pola makan anak agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi. Menurut UNICEF, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi anak yang picky eater:

1. Jangan berhenti mengenalkan makanan baru

Umumnya, anak tidak langsung menyukai makanan yang baru pertama kali dicobanya. Bahkan, mereka perlu mencoba beberapa kali sebelum akhirnya terbiasa dengan rasa dan teksturnya. Jika anak menolak makanan tertentu, makanan tersebut tetap bisa ditawarkan di kesempatan lain. Makanan yang sebelumnya ditolak mungkin saja disukai setelah beberapa waktu.

Hal lain yang dapat dicoba adalah dengan mencampurkan sedikit makanan tersebut dengan menu yang sudah disukai anak. Selera anak dapat berkembang sehingga pilihan makanannya dapat berubah seiring waktu.

2. Sediakan berbagai makanan bergizi

Jangan memaksa anak untuk menghabiskan semua makanan yang disajikan. Hal yang penting adalah dengan menyediakan pilihan makanan bergizi yang variatif agar anak mampu mengenal berbagai rasa dan tekstur. Pilihan tersebut dapat berupa nasi atau sumber karbohidrat lainnya, seperti kacang-kacangan, susu, daging, ikan, ayam, telur, hingga berbagai jenis buah dan sayuran.

3. Libatkan anak saat menyiapkan makanan

Mengajak anak terlibat dalam urusan makanan mampu membuat mereka lebih tertarik untuk mencobanya. Misalnya yaitu saat berbelanja, biarkan anak memilih bahan makanan yang ingin mereka bawa pulang.

Orang tua juga bisa mengajak anak mengenali makanan tersebut, mulai dari nama, warna, bentuk, aroma, hingga teksturnya. Libatkan juga proses dalam menyajikan makanan sesuai usia anak, seperti mengaduk bahan atau menata potongan sayuran. Saat anak dilibatkan dalam membuat makanan, biasanya anak akan lebih antusias untuk mencicipinya.

Anak yang hanya makan sedikit atau menolak makanan tertentu tidak selalu sedang bermasalah. Hindari untuk memaksa anak menghabiskan makanan atau memarahi anak saat kegiatan makan.

Anak perlu belajar mengenali rasa lapar dan kenyang dari tubuhnya sendiri. Selama anak tumbuh dengan baik, aktif, dan sehat, orang tua tidak perlu langsung panik saat anak tidak menghabiskan makanannya.

5. Sesuaikan porsi dengan usia anak

Ukuran lambung anak kecil tentunya berbeda dengan orang dewasa. Balita memiliki lampung yang lebih kecil sehingga porsi makan mereka juga tidak perlu sebanyak porsi orang dewasa. Berikan porsi makanan bergizi sesuai dengan usia dan kemampuan makan anak. Berikanlah apresiasi kepada anak meskipun mereka hanya menghabiskan sedikit dari makanan tersebut.

6. Jangan gunakan makanan sebagai hadiah

Memberikan permen atau makanan tertentu sebagai hadiah karena anak berperilaku baik dapat membuat mereka memiliki pandangan bahwa ada makanan yang baik dan buruk. Kebiasaan ini dapat mempengaruhi pola pandang anak terhadap makanan hingga mereka dewasa.

Sebagai gantinya, orang tua dapat memberikan penghargaan dalam bentuk aktivitas, seperti mengajak bermain, membaca buku, atau berjalan-jalan.

7. Berikan contoh melalui kebiasaan sehari-hari

Anak belajar banyak hal dari meniru orang-orang terdekatnya, termasuk kebiasaan makan. Saat orang tua terbiasa mengosumsi makanan sehat dan berani mencoba menu baru, anak dapat termotivasi untuk melakukan hal yang sama.

Usahakan untuk makan bersama dan libatkan anak dalam obrolan sederhana terkait makanan di meja. Dengan melihat orang tua menikmati berbagai jenis makanan, anak akan mempunyai kesempatan untuk mengenal makanan baru tanpa merasa dipaksa.