Pada segmen konstruksi, realisasi nilai kontrak baru (NKB) mencapai 104,41% dari target yang didominasi oleh pasar eksternal. Kemudian, pada segmen konstruksi WKI terus mengerjakan sejumlah proyek strategis seperti Proyek Perbaikan Tol Kayu Agung-Palembang, Cetak Sawah Rakyat Kab Merauke, Peningkatan Jalan R. Suprapto dan Jalan Gajah Mada Batam, Proyek Pengaspalan Tol Palembang-Betung 1 & 2, Pekerjaan Tanah Pembangunan Tol Bocimi Seksi 3A & 3B, serta pembangunan Ramp Off Tol Bocimi. Selain itu, WKI turut berkonstribusi atas rampungnya beberapa proyek, di antaranya Tol Cimanggis-Cibitung, Tol IKN, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Pembangunan Gedung Setpres, hingga Bendungan Rukoh.

Pada segmen Pengelolaan Peralatan , WKI mengelola 341 unit aset peralatan, dan ke depannya akan mengelola kurang lebih sekitar 1.200 unit aset peralatan melalui rencana pengalihan atau inbreng dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai induk usaha yang kini masih berstatus dalam proses dan belum efektif. Status itu sesuai persetujuan serta proses korporasi yang berlaku.

Lanjut di segmen trading, WKI juga memiliki beragam material yang secara umum ditunjukkan pada proyek-proyek konstruksi di Indonesia seperti material agregat A & agregat B, granular backfill , pasir dan tanah merah.

Di segmen Manufaktur, WKI menyediakan pabrikasi baja yang berlokasi di Cikande. Pabrikasi ini melayani kebutuhan tower transmisi, pabrikasi baja, dukungan proyek, serta operation & maintenance.