Maraknya integrasi AI dalam dunia pendidikan mendapat perhatian khusus dari para praktisi dan pemangku kebijakan:

Prinsip Orisinalitas: Head of School SIS North East Jakarta, Anjali Virmani, menjelaskan bahwa ide orisinal wajib datang dari pemikiran siswa terlebih dahulu, sementara AI hanya bertindak sebagai alat bantu penyempurnaan (use AI to help you, but not to replace you). Fokus pembelajaran harian tetap diarahkan pada keterampilan antarpribadi seperti kolaborasi, komunikasi, ketekunan, dan jiwa kewirausahaan.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, Ph.D., mengingatkan bahwa pemanfaatan AI tidak boleh membuat manusia malas berpikir.