"Pembelajaran berkaitan dengan bagaimana manusia memproses informasi yang diterima, bukan cuma berapa banyak informasi yang didapat. Maka, tujuan penggunaan AI bukan malah semata-mata membuat manusia terbebas dari semua aktivitas berpikir," papar Prof. Stella Christie.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, Ph.D., menyampaikan bahwa arah kebijakan pendidikan nasional harus berlandaskan riset serta bukti data (evidence-based), bukan sekadar mengikuti tren teknologi (FOMO). Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendengarkan aspirasi para pendidik di ruang kelas guna memastikan setiap kebijakan memberikan dampak langsung bagi siswa.

Melalui konvensi ini, SPK Indonesia diharapkan terus konsisten menjadi wadah thought leadership yang mendorong inovasi pendidikan berbasis data, berbagi praktik baik, serta melahirkan generasi muda yang berakar kuat pada budaya bangsa namun tetap berdaya saing global.