NADIKABAR.COM — Aktor Andovi da Lopez berperan sebagai seorang calon gubernur bernama Jonas Prakoso dalam film drama-komedi "Bapak Paling Jujur" garapan sutradara Fajar Nugros.

Dia senang mendapat peran sebagai calon gubernur yang kehilangan kemampuan untuk berbohong dalam film yang akan diputar di bioskop mulai 15 Oktober 2026 itu.

"Karena di karya-karya sebelumnya saya selalu menjadi calon presiden juga. Jadi ini sebuah privilese dan sebuah kesempatan yang luar biasa," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

"Semoga film ini bukan cuma soal politisi doang atau pemimpin yang jujur atau tidak, tapi rakyat sendiri, kita harus bercermin kepada diri kita sendiri, apakah kita jujur atau tidak," katanya.

Andovi tidak menjadikan tokoh politik tertentu sebagai rujukan dalam memerankan tokoh Jonas Prakoso.

"Dengan memenangkan kampanye dan pemilu ini, ada banyak cara. Kalau banyak caranya mirip, ya itu di pikiran kita semua. Tapi saya enggak melihat sosok politisi-politisi tertentu walaupun ketika saya bohong atau ketika saya jujur. Itu jawaban asli benar," ia menjelaskan.

Ia menyebut penggunaan bahasa menjadi tantangannya dalam memerankan Jonas Prakoso.

Andovi sehari-hari biasa menggunakan campuran bahasa Indonesia dan Inggris, sedangkan tokoh Jonas hanya menggunakan bahasa Indonesia.

"Ada momen-momen di mana ada di adegan-adegan tertentu di film ini, yang mungkin kalian nonton, di mana Mas Nugros ngomongnya dia pertama ngomong, rasakan. Tapi lama-lama dia tahu, dia ngomongnya 'Andovi, feel it. Feel it. Ini in this your grandma just died’," katanya.

"Jadi Mas Nugros pun tahu, mungkin itu trigger-trigger saya untuk mikir tuh mungkin di situ. Tapi enggak, kebetulan bahasa Indonesia saya juga lumayan oke menurut saya. But it was hard ya," ia menambahkan.

Andovi berusaha mendalami karakter Jonas Prakoso sebelum pemeran lain mengikuti pembacaan naskah.

Ia juga menjalani pelatihan akting dan menerima buku Machiavelli dan Immanuel Kant dari sutradara Fajar Nugros untuk dipelajari.

"Emang disuruh baca filosofi tiba-tiba kan. Harus mengerti filosofi pemimpin yang memenangkan segalanya itu pragmatis, sama pemimpin yang ingin menang atas kebaikan. Jadi emang saya belajar banyak hal dari Mas Nugros juga," kata dia.

Andovi mengatakan bahwa film "Bapak Paling Jujur" dibuat dengan tujuan baik, menyampaikan kejujuran dengan latar cerita pemilihan umum.

"Kita enggak pernah membuat film ini untuk 'oh, gua mau iniin si A, iniin si B’, enggak pernah. Kita cuma mau ngomong soal nilai keintegritasan, yaitu kejujuran. Kebetulan background ceritanya seperti itu di pemilu. Tapi enggak ada niat buruk sama sekali kita buat film," ia menjelaskan.

Film "Bapak Paling Jujur" bercerita tentang upaya seorang calon gubernur bernama Jonas Prakoso, yang terbiasa membangun citra dan menjaga setiap kata yang keluar dari mulutnya, untuk memenangi pemilihan umum.

Ketika kutukan dari neneknya membuat Jonas kehilangan kemampuan untuk berbohong, dia jadi kehilangan filter, menyampaikan semua yang ada di kepalanya melalui mulutnya.

Kondisi itu berdampak pada kampanye, pekerjaan, hubungan keluarga, dan kehidupan pribadinya.

Premis film "Bapak Paling Jujur" serupa dengan "Brasil O Candidato Honesto" (2014) dan film Korea Selatan "Honest Candidate" (2020), tetapi ditampilkan dengan karakter, situasi, dan humor yang sesuai dengan penonton Indonesia.

Selain Andovi da Lopez, daftar pemeran film "Bapak Paling Jujur" mencakup Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, David Nurbianto, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Jeremy Teti, Elwina (CeritaIbun), dan Mieke Shahir.​​​​​​​