Pihaknya juga memiliki lingkup pemeriksaan keuangan daerah dan kekayaan daerah yang dipisahkan pada Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Gorontalo, Provinsi Maluku, dan Provinsi Kalimantan Timur.

Berikutnya, Provinsi Maluku Utara, Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Papua, Provinsi Bali, Provinsi Papua Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Papua Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Papua Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Papua Pegunungan, Provinsi Sulawesi Barat, Provinsi Papua Barat Daya, dan Provinsi Sulawesi Tengah.

Pihaknya juga dapat melakukan pengarahan pemeriksaan investigatif sesuai dengan bidang pemeriksaan.