"Mudah-mudahan dibanding kita impor dari Kuba, impor dari Amerika Utara atau Selatan, lebih baik kita manfaatkan tembakau dan produk Indonesia, kan begitu, karena produk Indonesia juga tidak kalah," kata dia.

Senada dengan keinginan Anggota DPD RI, Ketua Panitia ICF 2026 sekaligus Ketua Bali Promotion Board Opa Ewin menegaskan bahwa ajang ini memang berfokus memperkuat jejaring bisnis dan membuka peluang ekspor yang lebih luas ke kancah global.

β€œICF 2026 digelar pada 1–3 Oktober 2026 di Atrium Bali Collection, Nusa Dua, untuk mempertemukan industri cerutu, jejaring bisnis, dan ekonomi kreatif dalam satu ruang kolaborasi yang membuka peluang menuju pasar internasional," kata Opa Ewin.

Dari catatan asosiasi, Indonesia saat ini telah menempati posisi strategis sebagai negara pengekspor tembakau terbesar keempat di dunia dengan kontribusi cukai yang luar biasa bagi penerimaan negara.

β€œHasil cukai daripada pendapatan negara itu sudah lebih dari Rp100 sampai Rp224 triliun dan itu lumayan buat pendapatan negara ya," ucapnya.