Ia menegaskan bahwa festival ini tidak hanya menonjolkan produk-produk kelas atas, melainkan merangkul pelaku UMKM lokal agar produk cerutu dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat.
Dalam festival bahkan turut hadir pelaku-pelaku pembuat cerutu dari berbagai daerah di Indonesia untuk menunjukkan keunikan proses pembuatan yang masih tradisional.
βBisa cek di sini UMKM dari cerutu yang harganya di bawah Rp50.000 juga ada untuk mengubah pemikiran orang bahwa cerutu itu tidak selalu mahal dan eksklusif," tuturnya.
Melalui rangkaian forum bisnis dan kehadiran delegasi dari berbagai negara sahabat, ajang ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat posisi Bali sebagai pintu gerbang utama ekspor tembakau nasional.
"Ekspor terbesar kita sekarang ke China dan Rusia, serta dengan adanya kolaborasi bersama InterTabac Jerman dan kunjungan delegasi ASEAN, kita ingin menunjukkan bahwa produk UMKM lokal kita memiliki daya saing tinggi di kancah dunia," kata Opa Ewin.