NADIKABAR.COM — Angka kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi terus mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir hingga mencapai 5,6 persen pada 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase tersebut turun dari 8,07 persen pada 2021 dan menjadi yang terendah sejak 2004.
Penurunan tersebut berlangsung secara bertahap, yakni dari 8,07 persen pada 2021 menjadi 7,51 persen pada 2022, kemudian 7,34 persen pada 2023. Tren penurunan berlanjut pada 2024 dengan angka kemiskinan sebesar 6,54 persen, lalu kembali turun menjadi 6,13 persen pada 2025 hingga mencapai 5,6 persen pada 2026 atau berkurang 0,53 poin persentase dalam setahun terakhir.
Sejalan dengan penurunan persentase tersebut, jumlah penduduk miskin di Banyuwangi juga mengalami pengurangan. Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam menjelaskan, berdasarkan data Maret 2026, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 91.570 orang atau berkurang 8.560 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Penurunan kemiskinan tidak hanya terlihat dari berkurangnya persentase dan jumlah penduduk miskin, tetapi juga diikuti penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Hal ini menunjukkan perbaikan kondisi kemiskinan, baik dari sisi rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan maupun ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin," ujar Abdus dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).
Perbaikan kondisi kemiskinan tersebut juga terlihat dari penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Menurutnya, indeks P1 yang menggambarkan jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan, dan P2 yang menunjukkan tingkat kesenjangan pengeluaran di antara penduduk miskin sudah membaik.
"Kedua indeks ini penting untuk melihat kondisi kemiskinan lebih mendalam, guna merancang program penanggulangan yang lebih tepat sasaran," tambahnya.