Wu mengatakan perusahaan akan terus berkembang dan memberikan inovasi terbaru bersama partner bisnis dan komunitasnya untuk menjawab kebutuhan pengguna di lebih dari 180 negara dan lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia yang telah memercayai produk mereka.

"Pasar Indonesia selalu berperan penting dalam perjalanan global Anker. Pengguna di sini merupakan digital savvy dan membutuhkan teknologi yang praktis, dapat diandalkan, dan memberikan nilai nyata pada kehidupan sehari-hari, inilah yang membuat pasar Indonesia sebegitu dinamis," kata Wu.

Penggabungan ini juga dinilai akan memusatkan investasi pemasaran perusahaan secara lebih efisien. Anker kini menempatkan seluruh sumber daya dan investasinya secara utuh di balik satu nama utama, dibandingkan membagi fokus untuk membangun lima merek sekaligus melawan para pesaing.

Brand Manager Anker Innovations Indonesia Vini Millatina Urfani mengatakan perusahaan akan melakukan beberapa strategi bisnis di Indonesia, salah satunya dengan melakukan ekspansi jaringan ritel yang saat ini telah mencapai 70 toko ritel di Indonesia.

"Harapannya kami bisa achieve 150 (toko) dalam tiga tahun ke depan. Komitmen kami jelas, kami ingin lebih dekat dengan konsumen agar konsumen bisa merasakan langsung. Bukan hanya melalui digital platform, tapi juga bisa merasakan langsung dan berinteraksi dengan produk kami," kata Vini.

Selain itu, Anker juga akan berkolaborasi dengan brand lokal seperti yang telah mereka jalin dengan Issue, salah satu brand aksesoris yang ikonik di Indonesia. Kolaborasi ini dilakukan untuk menjadikan Anker tidak hanya dikenal sebagai personal gadget, tapi juga bagian dari lifestyle.