Sementara untuk tosl aset, ANTM mencatat kenaikan sebesar 27% menjadi Rp 61,27 triliun, dari tahun sebelumnya sebesar Rp 48,38 triliun. Ekuitas perseroan naik 14% menjadi Rp 38,53 triliun dengan posisi likuiditas dengan kas dan setara kas sebesar Rp 9,23 triliun pada hingga semester I-2026.
Dari sisi operasional, ANTM mencatatkan penjualan bersih hingga semester I-2026 sebesar Rp 62,71 triliun, tumbuh 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 59,02 triliun. Penjualan domestik berkontribusi sebesar Rp 60,15 triliun atau setara 96% dari total penjualan bersih ANTM sepanjang semester I tahun ini.
"Capaian kinerja operasional ANTAM pada 1H26 merefleksikan optimalisasi portofolio komoditas dan konsistensi Perusahaan dalam menjaga keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan," jelas Untung.
Produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan perseroan dengan proporsi 80% terhadap total penjualan. Penjualan emas tumbuh 1% menjadi Rp 50,39 triliun di banding periode yang sama tahun sebelumnya.
Melalui penguatan strategi pemasaran domestik, volume penjualan emas tercatat sebesar 18.080 kg (581.286 troy oz.). Sementara produksi emas dari tambang ANTM sebesar 433 kg (13.921 troy oz).
Kemudian di segmen nikel (feronikel dan bijih nikel) berkontribusi sebesar 17% atau sebesar Rp 10,41 triliun terhadap total penjualan ANTM di periode semester I-2026. Angka tersebut naik 32% dibanding periode sebelumnya sebesar Rp 7,87 triliun.