"Porsi kata-katanya banyak pesan-pesan yang masuk itu seperti sebutan-sebutan yang enggak pantas, yang enggak senonoh. Seperti mohon maaf, seperti lonte, pelacur, LC, segala macam," beber Deki.

Situasi diperparah dengan aksi penyebaran data pribadi di internet yang kini turut mengancam ranah privat keluarga korban.

"Korban ini sudah mulai dikuliti, di-spill tempat kerjanya, kemudian tempat kediamannya, kemudian juga kampung halaman dari orang tuanya," pungkasnya.