NADIKABAR.COM — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas mengapresiasi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam membongkar kasus penyadapan ilegal mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan penyadapan ilegal tersebut merupakan tindakan tidak beretika.
"Masyarakat harus memberi apresiasi kepada Jenderal Suyudi Kapolri yang baru karena telah berhasil membongkar praktik melanggar hukum, yang tidak terpuji dan tidak beretika yang dilakukan oleh Kapolri sebelumnya dan kawan-kawannya," kata Anwar Abbas kepada NadiKabar, Jumat (6/11/2026).
Ia menilai kasus penyadapan ilegal tersebut merupakan sebuah aib besar yang dilakukan pihak kepolisian. Namun Anwar Abbas menilai beruntung kasus tersebut diungkap oleh Kapolri yang baru.
"Ini benar-benar merupakan sebuah aib besar yang dilakukan oleh dunia kepolisian. Tapi untunglah yang membongkarnya juga dari pihak kepolisian atau Kapolri yang baru. Untuk itu kita sangat patut memberikan rasa hormat terhadap apa yang telah dilakukan oleh Kapolri yang baru," katanya.
Menurutnya apa yang dilakukan Kapolri dalam membongkar kasus ini memiliki risiko besar. Namun ia berharap Kapolri baru tidak gentar mengusut kasus tersebut.
"Apa yang dilakukan oleh Kapolri yang baru ini jelas memiliki resiko yang besar tapi untuk terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik Suyudi tampaknya tidak gentar menghadapi hal tersebut. Kita berharap mudah-mudahan ke depan dunia kepolisian kita akan jauh lebih taat hukum dan lebih beradab dan beretika serta tidak mengulangi kesalahan-kesalahannya," tuturnya.
Selain itu, Anwar Abbas berpesan agar polemik tersebut ditindak secara cepat oleh pemerintah. Hal itu agar tidak berdampak secara sosial, ekonomi, dan politik.