NADIKABAR.COM — Lanskap industri layanan pelanggan dan pengelolaan proses bisnis (business process outsourcing/BPO) di Indonesia sedang mengalami pergeseran skala besar. Era pusat panggilan (call center) konvensional yang bergantung sepenuhnya pada ribuan agen manusia kini mulai bertransisi menuju ekosistem digital berbasis kecerdasan buatan dan otomasi cerdas.
Perubahan ini tak lagi sekadar memasang chatbot sederhana untuk menjawab pertanyaan umum. Industri BPO nasional kini mulai mengadopsi agentic AI, yakni sistem kecerdasan buatan mandiri yang sanggup mengeksekusi seluruh alur kerja operasional secara otomatis, mulai dari analisis data hingga penyelesaian masalah pelanggan secara langsung.
Pergeseran ini didorong oleh tingginya dorongan korporasi di Indonesia dalam menekan biaya operasional layanan. Penerapan AI yang terintegrasi langsung ke dalam alur kerja harian terbukti membantu perusahaan menghemat anggaran operasional tanpa harus membangun infrastruktur teknologi sendiri dari nol.