Hingga saat ini, jaringan 4G masih menjadi layanan dengan cakupan paling luas di Indonesia. Akan tetapi, Telkomsel terus memfokuskan pada kualitas dan performa tinggi (Hyper 5G) di lokasi-lokasi dengan trafik data padat atau area yang membutuhkan teknologi tingkat lanjut. Ini menjadikannya sebagai penyedia jaringan 5G terluas di Indonesia. Komdigi menyebutkan adopsi internet cepat tersebut masih di bawah 10%. Kendati demikian, kehadiran tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi momentum penting untuk mempercepat ekspansi sinyal 5G di Indonesia ke depannya. Frekuensi 700 MHz memiliki karakteristik jangkauan yang lebih luas sehingga efektif memperluas layanan hingga ke daerah yang sebelumnya belum terjangkau secara optimal. Sementara frekuensi 2,6 GHz menawarkan kapasitas lebih besar untuk menghadirkan layanan 5G berkecepatan tinggi di kawasan padat penduduk maupun pusat aktivitas ekonomi. Kombinasi kedua pita frekuensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus mempercepat pemerataan layanan 5G di Indonesia.

Jika 4G banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan komunikasi dan hiburan, 5G membawa manfaat yang jauh lebih luas. Bahkan untuk kebutuhan sehari-hari, 5G Telkomsel memungkinkan menonton video 4K/8K tanpa buffering dan transfer berkas cloud raksasa instan. Sejalan dengan slogan 'Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa' yang dimiliki Telkomsel, jaringan 5G Telkomsel memudahkan komunikasi real-time. Dengan keunggulan latensi super rendah (ultra-low latency) 5G, interaksi jarak jauh melalui video call kualitas tinggi, virtual event, hingga teknologi Augmented/Virtual Reality dapat terasa seperti interaksi tatap muka oleh pengguna. Dalam skala bisnis dan industri, keberadaan 5G terasa nyata dalam mendukung otomatisasi pabrik (smart factory), operasional tambang cerdas (smart mining), hingga sistem logistik berbasis data real-time.

Pihak Telkomsel secara konsisten menegaskan bahwa 4G masih menjadi backbone utama konektivitas digital di Indonesia, sementara 5G hadir sebagai fondasi akselerasi masa depan. Dalam beberapa tahun ke depan, 4G dan 5G akan berjalan berdampingan. Telkomsel terus memperluas dan memperkuat jaringan 4G hingga ke wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Target utamanya adalah pemerataan akses digital untuk seluruh populasi Indonesia. Seiring penyelesaian lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, pengembangan 5G di Indonesia diperkirakan akan berlangsung lebih cepat. Tambahan spektrum tersebut memberi ruang bagi operator untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan, serta menghadirkan lebih banyak inovasi digital yang memanfaatkan teknologi AI, IoT, dan berbagai aplikasi masa depan.

Dilansir dari situs resmi Telkomsel, rata-rata kecepatan 4G berkisar di 10-50 Mbps, sedangkan jaringan 5G Telkomsel dirancang untuk mencapai kecepatan puncak hingga 20 Gbps. Selain itu, latensi 5G jauh lebih rendah (ultra-low latency), sehingga respons ping saat bermain game online atau streaming jauh lebih stabil.