Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan gejala bronkitis akut, seperti batuk kering, produksi dahak, mengi, dan sesak napas. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh kesehatan individu dan kondisi lingkungan.
Paparan silika dalam jumlah tinggi dan dalam waktu lama dapat menyebabkan silikosis. Penyakit ini terjadi ketika debu silika terhirup dan memicu peradangan serta pembentukan jaringan parut pada paru-paru.
Namun, tidak berarti setiap paparan abu vulkanik otomatis menyebabkan silikosis. Risiko tersebut berkaitan dengan konsentrasi silika dan tingkat serta lamanya paparan. Risiko silikosis terutama menjadi perhatian pada paparan silika kristalin yang berat dan terus-menerus selama bertahun-tahun.
Tidak semua orang memiliki tingkat risiko yang sama ketika terpapar abu vulkanik. Kelompok rentan lebih mungkin mengalami masalah kesehatan akibat paparan abu dan gas vulkanik. Kelompok yang perlu lebih berhati-hati ketika terpapar abu vulkanik tim redaksi lain sebagai berikut.
Mengurangi paparan menjadi langkah penting ketika terjadi hujan abu. Salah satunya, penggunaan respirator N95 ketika berada di luar ruangan atau saat membersihkan abu di dalam rumah. Selain menggunakan pelindung pernapasan, beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu sebagai berikut.
Abu vulkanik dapat berdampak pada kesehatan, terutama jika terhirup dalam jumlah banyak atau dalam waktu lama. Masyarakat di wilayah terdampak sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan pelindung pernapasan untuk mengurangi paparan abu.