Pergerakan harga saham itu sendiri tetap sepenuhnya bergantung pada dinamika penawaran dan permintaan (supply and demand), aktivitas transaksi, serta sentimen pasar yang berlaku.
Langkah BEI menekan batas ARB dari 15 persen menjadi 7 persen diambil untuk mengelola volatilitas pasar yang meningkat seiring dinamika keuangan global.
Dengan mempersempit ruang penurunan harga harian, bursa memberikan kesempatan bagi investor untuk mengevaluasi dan mencerna informasi secara lebih tenang sebelum mengambil keputusan investasi.
Batas penurunan yang lebih ketat ini juga diharapkan dapat meredam potensi kerugian ekstrem akibat reaksi emosional pasar atau aksi jual panik (panic selling) sekaligus mendorong pelaku pasar untuk kembali fokus pada penilaian fundamental perekonomian.
Meski demikian, perubahan batas ARB ini tidak serta-merta menjamin volatilitas pasar akan hilang atau harga saham menjadi stabil secara otomatis.
Tekanan jual yang tinggi tetap berpotensi mendorong harga saham menyentuh batas ARB 7 persen sesuai ketentuan yang berlaku sehingga investor tetap perlu menerapkan manajemen risiko secara disiplin dalam bertransaksi.