Dari situs resminya, Telkomsel menjelaskan 5G menghadirkan tiga peningkatan utama dibandingkan generasi sebelumnya, yakni data rate yang lebih tinggi, latensi yang lebih rendah, dan connection density yang lebih besar. Data rate berkaitan dengan kemampuan jaringan dalam mengirimkan data dalam jumlah besar dalam waktu yang lebih singkat. Inilah yang membuat jaringan 5G dapat memberikan pengalaman internet yang lebih cepat untuk aktivitas seperti mengunduh file berukuran besar, streaming video beresolusi tinggi maupun menggunakan layanan berbasis cloud.

Sementara itu, latensi secara sederhana merupakan waktu yang dibutuhkan data untuk pergi dari perangkat menuju jaringan dan kembali lagi. Semakin rendah latensi tersebut, maka semakin cepat pula respons koneksi.

Kemampuan ini menjadi penting untuk berbagai aktivitas yang membutuhkan respons cepat, seperti game online, video conference, augmented reality, virtual reality, hingga berbagai aplikasi industri.

5G juga dirancang memiliki connection density yang lebih besar. Artinya, jaringan dapat mengakomodasi lebih banyak perangkat yang terhubung dalam suatu wilayah.

Kemampuan tersebut semakin relevan karena jumlah perangkat yang terkoneksi ke internet terus bertambah. Tidak hanya smartphone, tetapi juga perangkat Internet of Things, sensor, perangkat rumah pintar hingga berbagai perangkat industri.

Bagi pelanggan, ada sejumlah syarat agar bisa menikmati Telkomsel 5G. Perangkat yang digunakan harus sudah mendukung 5G, berada di wilayah yang telah mendapatkan cakupan 5G, serta menggunakan SIM yang mendukung layanan tersebut.

Pengaturan jaringan pada smartphone juga harus memungkinkan perangkat terhubung ke jaringan 5G. Pengguna yang sudah memiliki HP 5G belum tentu otomatis mendapatkan sinyal 5G jika berada di wilayah yang belum terjangkau layanan tersebut.

Perluasan jaringan 5G Telkomsel terus dilakukan sejalan dengan slogan 'Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa'. Berdasarkan berita yang telah tayang di NadiKabar pada Januari 2026, jaringan 5G Telkomsel ketika itu telah beroperasi secara komersial di lebih dari 80 kota dan kabupaten, dengan lebih dari 5.000 BTS 5G.

Operator seluler ini menargetkan perluasan cakupan 5G yang lebih contiguous di kota-kota besar serta penguatan jaringan di kawasan industri, bisnis, dan pusat pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026.