7. Korban tidak menyimpan listrik di tubuh

Ada satu hal penting yang masih sering disalahpahami. Orang yang baru saja tersambar petir tidak menjadi "beraliran listrik" dan tidak menyimpan muatan listrik di dalam tubuhnya.

Artinya, menyentuh korban untuk memberikan pertolongan pertama tidak akan membuat penolong ikut tersengat.

CDC menegaskan bahwa korban sambaran petir aman untuk disentuh. Namun, penolong tetap harus memastikan lokasi sudah cukup aman dari kemungkinan sambaran berikutnya sebelum memberikan pertolongan.

Apa yang harus dilakukan jika melihat seseorang tersambar petir?

Jika menemukan korban sambaran petir, segera panggil bantuan medis dan periksa kondisi korban.

Jika korban tidak bernapas atau tidak memiliki tanda-tanda sirkulasi, segera lakukan CPR dan gunakan AED jika tersedia serta jika penolong mengetahui cara penggunaannya.

Jika korban masih bernapas, periksa kemungkinan cedera lain seperti luka bakar, cedera kepala, patah tulang, atau luka akibat terjatuh.

Jangan lupa memastikan penolong dan korban berada di tempat yang lebih aman karena badai petir masih dapat berlangsung.

Sambaran petir memang dapat menyebabkan cedera serius pada tubuh manusia, terutama pada jantung dan sistem saraf. Namun, tersambar petir tidak selalu berarti seseorang pasti meninggal dunia.

Pertolongan yang cepat dapat menjadi sangat penting, terutama ketika korban mengalami henti jantung atau berhenti bernapas.

Karena itu, langkah terbaik tetap mencegah sebelum kejadian terjadi. Jika sudah terdengar suara guntur, segera cari tempat berlindung yang aman berupa bangunan tertutup atau kendaraan beratap keras.

Jangan menunggu sampai petir terlihat semakin dekat. Dalam urusan petir, lebih baik berteduh lebih awal daripada mengambil risiko.